Logo Koala Skodev mengetik

Skodev

Belajar coding dalam bahasa Indonesia

APA ITU
Website Statis
Pengertian dan Informasi

Website statis adalah website yang berisi konten yang tetap atau statis, yang ditampilkan secara konsisten untuk setiap pengunjung.

Daftar Isi:

Apa Itu Website Statis?
Ciri-ciri Website Statis
Keuntungan dari Website Statis
Kekurangan dari Website Statis
Cara Membuat Website Statis
Apa perbedaan website statis d...
Pekerjaan untuk ahli website s...
Kesimpulan

Jika Kamu baru memulai dalam dunia pengembangan website, Kamu mungkin bertanya-tanya apa itu website statis. Artikel ini akan memberikan penjelasan yang mudah dimengerti tentang website statis, serta keuntungan dan kekurangannya.

Baca: apa itu website?

google redesign

Apa Itu Website Statis?

Website statis adalah website yang berisi konten yang tetap atau statis, yang ditampilkan secara konsisten untuk setiap pengunjung. Konten ini tidak berubah secara otomatis, kecuali jika diperbarui secara manual.

Ciri-ciri Website Statis

Website statis biasanya terdiri dari beberapa halaman HTML, CSS, dan gambar yang disimpan di server web. Ketika pengunjung mengakses website, server web hanya menampilkan konten yang sudah tersedia pada file HTML.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari website statis:

1. Tidak Mengubah Konten Otomatis

Konten pada website statis tidak berubah kecuali jika pengembang website secara manual memperbaharui kode HTML.

2. Tanpa Database

Website statis biasanya tidak menggunakan database untuk menyimpan data. Semua konten disimpan dalam bentuk kode HTML.

3. Pembuatan dan Perubahan Konten

Untuk membuat atau mengubah konten pada website statis, pengembang perlu mengedit dan meng-upload file HTML.

4. Kecepatan

Website statis biasanya lebih cepat dimuat dibandingkan dengan website dinamis karena mereka mengirimkan file yang sudah ada langsung ke browser tanpa harus memproses data tambahan.

5. Biaya

Umumnya, biaya operasional dan pengembangan website statis lebih rendah dibandingkan dengan website dinamis.

6. Keamanan

Website statis biasanya lebih aman karena tidak ada interaksi dengan database atau proses yang memungkinkan injeksi kode jahat.

7. Tidak Memiliki Fungsionalitas User

Website statis biasanya tidak memiliki fungsionalitas seperti login pengguna, komentar, atau bentuk interaktivitas lainnya yang diproses di server.

8. Pemeliharaan

Website statis biasanya lebih mudah untuk dikelola dan dipelihara karena strukturnya yang sederhana.

9. SEO

Website statis dapat lebih mudah dioptimalkan untuk mesin pencari karena mereka memiliki URL yang tetap dan konten yang tidak berubah-ubah.

Perlu diperhatikan, bahwa walaupun website statis memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan dan keamanan, mereka mungkin tidak cocok untuk website dengan konten yang sering diperbarui atau yang memerlukan interaktivitas pengguna, seperti toko online atau media sosial. Untuk itu, website dinamis bisa menjadi solusi yang lebih baik.

Keuntungan dari Website Statis

Keuntungan utama dari website statis adalah kecepatan akses yang lebih cepat dan keamanan yang lebih baik. Karena tidak ada proses dinamis yang terjadi di server, website statis dapat diakses dengan sangat cepat.

Selain itu, karena tidak ada database yang terlibat, risiko keamanan juga lebih rendah.

Kekurangan dari Website Statis

Namun, website statis memiliki kelemahan yaitu sulit diperbarui dan tidak fleksibel. Karena konten tidak dihasilkan secara dinamis, website statis memerlukan penambahan atau perubahan konten yang dilakukan secara manual pada setiap halaman.

Saat ini sudah banyak headless-CMS yang memudahkan mengupdate konten untuk website statis

Selain itu, website statis tidak cocok untuk website yang memerlukan interaksi pengguna yang kompleks.

Cara Membuat Website Statis

Untuk cara yang sangat dasar atau manual, Kamu dapat membuat website statis dengan menulis kode HTML dan CSS sendiri. Kamu bisa melihat seperti apa cara membuat website sendiri bagi pemula di sini

Ada beberapa alat atau generator website statis yang dapat membantu dalam pembuatan website statis, seperti Astro, Jekyll, Hugo, atau Gatsby.

Alat ini memungkinkan pengguna untuk membuat website statis dengan lebih mudah dan cepat, serta dapat mengoptimalkan kecepatan akses dan keamanan website.

Website statis biasanya digunakan untuk website pribadi, portofolio, atau blog. Jika Kamu memiliki website yang tidak memerlukan banyak interaksi pengguna dan membutuhkan kecepatan akses dan keamanan yang tinggi, website statis bisa menjadi pilihan yang tepat.

Apa perbedaan website statis dengan website dinamis ?

Perbedaan antara website statis dan website dinamis terletak pada cara konten website dihasilkan dan disajikan kepada pengguna.

Sebenarnya perbedaan ini semakin menipis dengan berkembangya teknologi seperti jamstack dan static site generator yang tidak kita bahas di sini

Cara ditampilkan

Konten situs pada website-statis tidak dihasilkan secara dinamis melalui proses interaksi dengan database atau sistem lainnya. Konten website ini biasanya terdiri dari beberapa halaman HTML, CSS, dan gambar yang disimpan di server web.

Sementara itu, website dinamis adalah website yang kontennya dihasilkan secara dinamis melalui proses interaksi dengan database atau sistem lainnya.

Konten website dapat berubah tergantung pada permintaan pengguna, seperti pada saat pengguna memasukkan data atau melakukan aksi tertentu. Contoh website dinamis adalah situs web e-commerce, media sosial, dan aplikasi web interaktif.

Segi fleksibiltas

Perbedaan lain antara website statis dan dinamis adalah dalam hal fleksibilitas dan kompleksitas. Website dinamis lebih fleksibel dan dapat menampilkan konten yang lebih kompleks, seperti halaman dengan fitur pencarian atau form input data.

Website statis lebih sederhana dan cocok digunakan untuk website dengan konten yang tetap atau tidak terlalu kompleks.

Kecepatan dan Keamanan

Dalam hal kecepatan akses dan keamanan, website statis biasanya lebih cepat dan lebih aman, karena tidak ada proses dinamis yang terjadi di server.

Sedangkan website dinamis memerlukan proses dinamis yang melibatkan interaksi dengan database atau sistem lainnya, sehingga kecepatan aksesnya lebih lambat dan lebih rentan terhadap risiko keamanan.

Kemudahan untuk deploy

Untuk mendeploy atau membuat sebuah situs statis ke internet, sudah ada banyak layanan server gratis yang menyediakan ini untu kita seperti Netlify, Vercel, dan Github Pages.

Kenapa lebih mudah, karena ia tidak perlu sebuah database atau sever yang berjalan di belakangnya.

Kesimpulannya, perbedaan antara website statis dan website dinamis terletak pada cara konten website dihasilkan dan disajikan kepada pengguna, fleksibilitas dan kompleksitas konten, serta kecepatan akses dan keamanan. Namun sekali lagi dengan adanya teknologi seperti Jamstack dan static-site-generator, perbedaan ini mulai menipis.

Pekerjaan untuk ahli website statis

Membuat website statis pun bisa menjadi pekerjaan menjanjikan. Dengan skill ini kamu sudah bisa menjadi bagian dari seorang web frontend developer.

Baca apa itu frontend developer dan pekerjannya?

Kesimpulan

Itulah beberapa hal yang perlu Kamu ketahui tentang website statis. Meskipun website statis memiliki kelemahan, tetapi tetap menjadi pilihan yang baik terutama untuk website yang memiliki kebutuhan konten statis dan tidak kompleks. Dengan menggunakan alat atau generator website statis, pembuatan website statis menjadi lebih mudah dan efisien. Selamat mencoba!


Daftar newsletter skodev masukkan emailmu untuk dapat informasi menarik dari dunia koding